
Festival Mikul Buah kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang akhir Juni 2026. Kegiatan budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan warga, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas sejarah panjang Pasar Minggu yang telah berkembang selama 105 tahun sebagai kawasan perdagangan hasil bumi dan buah-buahan.
Festival Mikul Buah tahun ini mengusung tema “Refleksi 105 Tahun Pasar Minggu yang Selaras Menuju 5 Abad Kota Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya”. Tema ini dipilih untuk mengajak masyarakat mengenang kembali sekaligus melestarikan perjalanan sejarah Pasar Minggu yang sejak awal abad ke-20 dikenal sebagai pusat perdagangan hasil pertanian dan buah-buahan di wilayah Batavia. Meski kini berkembang menjadi kawasan urban yang padat, jejak sejarah sebagai sentra buah masih melekat kuat dalam ingatan masyarakat setempat.
Festival Mikul Buah bukan sekadar acara seremonial. Tradisi “mikul buah” sendiri memiliki makna simbolis yang erat dengan kehidupan para petani, pedagang, dan masyarakat. Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa atau memikul hasil panen buah sebagai bentuk penghormatan terhadap kerja keras para petani yang telah menopang perekonomian daerah sejak lama. Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa sektor pertanian dan hortikultura pernah menjadi fondasi utama pertumbuhan kawasan tersebut.
Menurut panitia penyelenggara, Festival Mikul Buah 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas mulai dari RT, RW, LMK, FKDM, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, hingga Pemerintah Kelurahan Pasar Minggu.. Salah satu agenda utama adalah Parade Kolosal Mikul Buah yang direncanakan diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan masyarakat dan pelajar. Selain itu, akan digelar pula pertunjukan seni budaya Betawi, bazar UMKM, pameran produk lokal, kegiatan sosial, serta hiburan rakyat yang diharapkan mampu menarik minat pengunjung dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Festival ini juga disebut akan mencoba memecahkan Rekor Original Rekor Indonesia (ORI) melalui parade kolosal yang menjadi ikon acara.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Kebudayaan juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai festival budaya yang berlangsung sepanjang Juni 2026, termasuk Festival Mikul Buah. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi sekaligus pemberdayaan komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif di Jakarta Selatan. Kehadiran festival ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan warga serta meningkatkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya Jakarta menjelang usia kota yang ke-499 tahun.

