Mentimun hingga Semangka, Ini Buah dan Sayur dengan Kandungan Air Tertinggi

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hidrasi tubuh terus meningkat, terutama saat cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Selain memperbanyak konsumsi air putih, para ahli gizi juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi guna membantu memenuhi kebutuhan cairan harian secara alami. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 20% kebutuhan cairan tubuh dapat berasal dari makanan, terutama buah dan sayuran segar yang kaya air serta mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.

Di antara berbagai jenis buah dan sayur, mentimun menempati posisi teratas sebagai salah satu bahan pangan dengan kandungan air tertinggi. Berdasarkan data gizi dan berbagai publikasi kesehatan, mentimun mengandung sekitar 95–96% air. Kandungan tersebut membuat mentimun menjadi pilihan populer sebagai lalapan, salad, maupun infused water. Selain membantu menjaga hidrasi, mentimun juga mengandung kalium, magnesium, dan vitamin K yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Tak kalah menyegarkan, semangka menjadi buah yang paling sering dikaitkan dengan hidrasi. Buah berwarna merah cerah ini mengandung sekitar 91–92% air dan dikenal sebagai sumber likopen, antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Tingginya kandungan air membuat semangka menjadi pilihan utama masyarakat saat cuaca panas maupun setelah beraktivitas di luar ruangan.

Selain semangka, melon dan blewah juga termasuk buah dengan kadar air tinggi, yakni sekitar 90%. Kedua buah ini banyak dikonsumsi sebagai campuran minuman segar maupun hidangan pencuci mulut. Kandungan serat dan vitamin yang terdapat di dalamnya turut membantu menjaga kesehatan pencernaan serta meningkatkan asupan nutrisi harian.

Pada kelompok sayuran, selada, seledri, tomat, paprika, dan zucchini juga masuk dalam daftar sayuran paling kaya air. Selada dan seledri memiliki kandungan air hingga sekitar 95 persen, sedangkan tomat mengandung sekitar 94–95% air. Tomat bahkan dinilai unggul dalam mendukung hidrasi karena selain kaya air, buah yang kerap dianggap sayuran ini juga mengandung elektrolit seperti kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Ahli gizi menilai konsumsi buah dan sayur tinggi air menjadi strategi sederhana untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Selain membantu menjaga keseimbangan cairan, bahan pangan tersebut juga memberikan manfaat tambahan berupa serat, vitamin C, vitamin A, serta berbagai senyawa antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Festival Mikul Buah 2026 Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Sejarah Pasar Minggu sebagai Sentra Buah Jakarta

Sun Aug 9 , 2026
Festival Mikul Buah kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang akhir Juni 2026. Kegiatan budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan warga, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas sejarah panjang Pasar Minggu yang telah berkembang selama 105 tahun sebagai kawasan perdagangan hasil bumi dan buah-buahan.  […]

You May Like