Menjelang Imlek, Penjualan Jeruk Meningkat

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah, lampion, barongsai, serta berbagai hidangan yang khas. Tetapi, ada satu elemen sederhana yang hampir selalu hadir di setiap rumah saat Imlek. yakni jeruk. Buah berwarna cerah ini bukan sekadar suguhan, melainkan memiliki makna simbolis yang kuat di dalam budaya Tionghoa.

Di dalam budaya Tionghoa, jeruk melambangkan keberuntungan. Membagikan jeruk kepada orang yang disayangi memiliki simbolis mengharapkan kebahagiaan dan kemakmuran. Pelafalan kata “jeruk” dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata “emas” atau “keberuntungan”, sehingga buah ini dianggap membawa energi positif di awal tahun.

Perayaan Imlek yang jatuh pada pertengahan bulan Februari 2026 ini, menjadi momentum penting bagi pedagang buah, khususnya jeruk. Jeruk mandarin dan jeruk Kimkit, mengalami lonjakan permintaan menjelang perayaan Imlek. Lonjakan permintaan ini dikarenakan buah jeruk bukan hanya sekadar untuk dikonsumsi, tetapi juga dijadikan untuk dekorasi saat perayaan Imlek.

Jenis buah yang sering digunakan dekorasi adalah jeruk Kimkit. Menjelang perayaan Imlek, penjualan untuk jeruk Kimkit meningkat pesat. Khususnya, di daerah Jakarta. Jeruk Kimkit ini dijual beserta pohonnya yang ditanam di dalam pot, ukurannya tidak begitu besar. Popularitasnya tidak hanya terbatas untuk dekorasi, tetapi juga pada buah siap jadi yang telah dikemas dalam bentuk gift box atau parcel  untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang tersayang.

Harga buah jeruk menjelang Imlek pada bulan Februari 2026, sangat bervariasi. Berbagai paket buah jeruk dan hampers buah jeruk yang ditawarkan di berbagai platform e-commerce menunjukkan rentang harga yang cukup luas. Jeruk mandarin dan paket jeruk siap pakai dibanderol mulai dari sekitar Rp200.000–Rp500.000 per box, sementara harga pohon jeruk Kimkit mulai dari Rp1.300.000–Rp12.000.000 per pohon.
Permintaan yang tinggi ini pada umumnya membuat buah jeruk khusus Imlek lebih banyak tersedia dalam berbagai ukuran paket dan harga, sementara jeruk biasa juga tetap dipasarkan secara umum. Harga produk jeruk Imlek yang lebih mahal sering kali terkait dengan kualitas buah, jumlah isi kemasan, dan packaging yang menambah nilai estetika sebagai hadiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Like