
Setiap bulan Ramadhan, permintaan terhadap buah timun suri di Indonesia meningkat secara signifikan. Ini dikarenakan pola konsumsi masyarakat mengalami perubahan yang signifikan, terutama pada jenis makanan dan minuman yang menyegarkan. Fenomena ini bisa terlihat di berbagai pasar tradisional dan pasar induk yang banyak membeli timun suri untuk takjil berbuka puasa.
Buah musiman ini menjadi favorit karena rasa manis alami, tekstur yang lembut, dan kandungan airnya yang tinggi sehingga cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Sudah seperti layaknya tradisi, hal ini bukanlah fenomena baru di Indonesia. Setiap bulan ramadan, buah ini kembali populer dan menjadi pola tren tahunan.
Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, seperti yang dilansir dari Asatunews, permintaan timun suri dilaporkan melonjak tajam sejak awal Ramadhan. Para pedagang menyatakan buah ini banyak diburu karena menjadi pilihan favorit masyarakat untuk diolah menjadi minuman segar berbuka puasa. Aktivitas jual beli terlihat meningkat dengan pedagang yang mengatur dan menyortir stok untuk melayani pembeli eceran hingga distributor besar. Harga grosir timun suri pun berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per kilogram tergantung kualitas dan ukuran buah.
Selain itu, diketahui juga bahwa petani di daerah Aceh dikabarkan memanen timun suri di bulan Ramadhan dengan rutin sehingga hasil panen timun suri segar siap memenuhi pasar selama Ramadan 2026. Sebab, seperti di Aceh besar dan Aceh Timur, konsumsi buah ini sangatlah meningkat sehingga kisaran harga buahnya pun menjadi semakin mahal. Harga jual buah ini di tingkat lokal berada di kisaran Rp 10.000–Rp 40.000 per buah tergantung ukuran.
Kepopuleran primadona takjil ini tidak menunjukkan penurunan sama sekali, meskipun petani harus bertarung dengan cuaca yang sampai hari ini masih tak pasti dan susah untuk diprediksi. Lonjakan konsumsi timun suri pun juga memberikan dampak positif bagi beberapa pihak, bukan hanya petani dan pedagang, tetapi juga penjual musiman yang menjual takjil selama bulan Ramadhan. Selain itu, mudahnya timun suri untuk diolah juga menjadi salah satu alasan meningkatnya permintaan timun suri selama bulan puasa.
